Tipe-tipe data yg wajib diketahui analyst pemula

lrdatahd

Tidak ada salahnya kita terkesa dengan berbagai jenis analisa keren dan sophisticated kayak regression, naive bayes, decision tree dkk. Namun sebaiknya sebelum kita lompat kearah situ mari kita melihat hal-hal basic yg mungkin terlewat, terutama bagi rekan-rekan yang baru saja berkecimpung di dunia data.

Pada postingan saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan jenis2 data berdasarkan sifatnya (nominal, ordinal, interval dan rasio) nah sekarang kita sedikit mundur ke belakang utk mengenal dan mengetahui tipe data. Disini saya levih menekankan definisi yang digunakan di dunia database.

Memang sudah tdk dapat dipungkiri lagi bahwa sebagian besar data kita tersimpan dalam sebuah ekosistem database dimana didalamnya ada kolom (field) dan baris (record). Ekosistem ini sangat efisien sehingga dari awal pembuatan database ini perlu diketahui apa saja tipe data dari kolom-kolom yang disimpan.

1. Character/ String/ varchar

Tipe data jenis ini dicirikan dengan adanya HURUF, ANGKA dan KARAKTER, operasi matematika yang bisa dilakukan adalah COUNT. Jika kita petakan ke jenis data di area statistika maka yang masuk kategori ini adalah nominal dan ordinal.

2. Integer dan float

Integer atau yang lebih dikenal dengan bilangan bulat adalah tipe data yang dihasilkan dari operasi COUNT yang menandakan banyaknya benda. kita bisa melakukan operasi hampir semua operasi matematika untuk tipe data ini. Sedangkan FLOAT adalah tipe data yang mengandung angka desimal. Kedua tipe data ini dapat dikategorikan menjadi jenis data RASIO dan INTERVAL.

3. Boolean

Seringkali dalam query kita mema=bandingkan antara dua value atau lebih dengan menggunakan IF..THEN..ELSE… atau menggunakan >, = dkk. Nah hasil dari pembandingan ini disimpan dalam bentukan BOOLEAN. Tipe data ini hanya memiliki dua nilai yakni TRUE dan FALSE.

Dengan mengetahui tipe-tipe data ini kita dapat mendesign sebuah  analisa data sesuai dengan tipe data yang kita miliki. Seringkali kita menemukan tipe data yang tidak sesuai dengan kebutuhan kita, akhirnya harus melakukan transformasi yang sangat banyak untuk itu. Memang tidak salah akhirnya pekerjaan data analyst, statistician dan data scientist 90% nya dihabiskaan hanya untuk data preparation.. Nasiiiib…

Advertisements

Susah gampang mendapatkan data jumlah penduduk

Saat ini banyak instansi pemerintah, perorangan maupun perusahaan yang membutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusannya. Lama kelamaan sumber data internal semakin tidak mencukupi untuk lebih menajamkan hasil analisa. Mungkin ada yang bertanya kenapa data internal tidak mencukupi? Bukannya data internal itu sifatnya detail dan sudah terstruktur? Iya, benar sekali. Namun data internal sifatnya sangat spesifik dan sering terbatas pada tema tertentu misalkan industri keuangan hanya memiliki data tentang kredit macet, jumlah nasabah, jumlah deposito dll.

Salah satu contoh kasus sebuah perusahaan membutuhkan data eksternal adalah saat menyusun Rencana Bisnis (Business Plan). Hal pertama yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data historis dari data internal lalu kemudian melakukan forecasting/ peramalan setahun kedepan. Hanya menggunakan data internal saja maka model akan memberikan hasil forecasting sesuai dengan data historical, jika data historical naik maka di masa depan akan cenderung naik jika turun juga akan cenderung turun. Nah.. disinilah kita membutuhkan data eksternal. Jika bisnis kita sangat tergantung pada jumlah penduduk dan levelnya adalah kecamatan. Maka mulailah kita nanya mbah google.com. Saya sendiri mencoba mencari data ini karena kebetulan di kantor juga membutuhkannya.

Hasilnya sebagai berikut.

jml penduduk per kecSemua pencarian diatas merujuk pada website masing-masing kabupaten. Artinya kita harus mendownload SEBANYAK JUMLAH KABUPATEN!!! Inilah salah satu suka duka cari data gratisan..hahaha…

Tapi tunggu dulu link paling atas itu memiliki semua data penduduk per kecamatan yang sudah di rekap. Mantap nih.. Saat di klik dukcapil kecamatan

Waaah bagus banget nih… datanya persis seperti yang saya butuhkan tapiii….setelah copas ke excel hasilnya begini..

excel penduduk

Sayangnya format data yang ada belum sesuai dengan ekspektasi saya. Saya membutuhkan format seperti ini

TABEL FORMAThanya untuk beberapa baris data saja saya membutuhkan waktu lebih dari 5 menit, sudah bisa dibayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data se-Indonesia?

Pada postingan berikutnya saya akan coba share cara lain untuk mengumpulkan data dengan lebih mudah. Buat yang tertarik dengan data yang sudah rapi silahkan subscribe dan follow blog saya.

Ability to see pattern in randomness

life_is_random

Dulu sekali, disalah satu stasiun televisi swasta menayangkan sebuah acara dimana beberapa orang ‘sakti’berkumpul untuk menangkap hantu. Kami yang saat itu masih anak-anak sangat menggandrungi acara ini, apalagi saat salah seorang dari pemburu tersebut membuat lukisan dengan mata tertutup, lalu muncullah gambar makhluk-makhluk aneh dengan ajaibnya.

Beda halnya dengan salah satu karakter novel kesukaan saya Sherlock Holmes, berkali-kali membaca dan menonton film dan serialnya selalu membuat saya berdecak kagum. Kemampuannya dalam memecahkan kasus-kasus kriminal membuat pembaca tenggelam dalam alur cerita yang dituliskan oleh Sir Arthur Conan Doyle.

Lalau apa hubungannya antara pemburu hantu dan Sherlock Holmes? Keduanya memiliki sebuah kesamaan yakni kemampuan melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang kebanyakan. Walau dalam kasus pemburu hantu saya juga masih ragu apa itu rekayasa atau bukan, tapi ya sudahlah anggap saja mereka bisa lihat.period. Kemampuan ini yang membuat mereka special dan berbeda dengan orang lain yang akhirnya membuat mereka terkenal dan dibayar mahal.

Menurut saya apa yang kita lakukan dalam menganalisa data adalah mencoba melihat pola-pola yang tidak terlihat dari sekumpulan data atau kejadian yang seakan-akan acak dan chaos. Dalam era social media ini, perusahaan selalu mencoba untuk lebih baik dari perusahaan lain dengan berbagai cara, salah satu nya adalah membuat produk yang berbeda dan lebih baik dari pesaingnya. Semakin banyak kita tahu tentang informasi lebih dari pesaing kita, maka semakin besar peluang kita menang.

Di zaman dimana semua aktifitas kita terekam lewat sebuah alat yang bernama smartphone ini, maka tidak ada lagi batasan antara kita dengan perusahaan penghasil produk. Tergantung apakah mereka mampu menemukan pola/pattern yang kita hasilkan. Dapatkah mereka memberikan sebuah penawaran/solusi/produk/jasa yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Pertanyaan untuk kita adalah apakah anda mampu melihat pola yang teratur dalam sebuah kejadian acak?

Kotak ajaib bernama SPSS

Mas datanya mau diolah pake analisa apa? Pake spss aja mas… #zzz buat anak kuliahan yang sedang mengolah data skripsi nya..  Software yang satu ini memang paling ngetop dan sakti banget. Tinggal klak klik dikit trus run aja udah keluar outputnya…  Canggih banget..  Terus langsung pake langkah sakti ambil alpha 5% atau tinggal liat aja bintang2 nya… Analisanya pokoknya ikut skripsi yang lama aja… 

Pola ini adalah pola yg paling sering saya lihat saat ada klien baru atau teman yg minta bantuan utk menganalisis datanya. Seakan2 sebuah software dapat menjadi kotak ajaib yang mengerti kemauan sang mahasiswa. Jebakan inilah yg nantinya akan membuat skripsi anda beranak pinak di dalam folder komputer anda.  Mungkin namanya agak beda2 tapi yg paling umum skripsi_print.doc skripsi_revisi.doc skripsi_printlagi.doc atau skripsi_print_cbdl_mdh2n_diterima.doc.. Hehe

Maksud saya,  lebih baik anda coba sedikit membaca tulisan tentang how to nya menggunakan software tertentu bukan cm SPSS,  baca help nya,  yg paling penting baca dan pelajari buku basic statistik nya. Klo mau cepat ya cari orang yg ngerti. Trust me,  dari pada dengerin dosen ngomel krn kita ngasal mending belajar dikit..  Palingan revisi sekali dah sidang. Salam lulus cepat! 

Analisa data serahkan (belajar) pada ahlinya

find-mentor-moltz-open-forum-432

Bagi kalian yang menyusun tugas akhir dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, maka tahap yang paling melelahkan adalah pemilihan metode penelitian dan tahap pengolahan data. Mengapa kedua tahap ini adalah tahap paling melelahkan dan paling memakan waktu? Jawaban yang paling sering saya temui adalah karena sang peneliti tidak familiar dengan istilah-istilah dan pendekatan kuantitatif/statistika.

Mereka yang merupakan lulusan statistika saja masih banyak yang kesusahaan dengan istilah-istilah statistika dan masih harus merujuk pada literatur-literatur yang ada. Namun demikian, bagaikan sebuah peta, untuk anda yang bukan dari jurusan statistika anda seakan masuk ke daerah yang sangat asing dan peta yang anda pegang adalah peta buta. Anda juga tidak pernah tahu bagaimana membaca peta. Lengkap sudah!

Oleh karena itu anda membutuhkan bantuan dari orang-orang yang sudah ahli dalam hal pengolahan data, sehingga anda mendapatkan bantuan untuk memilih peta yang sesuai dan mengajarkan anda bagaimana anda membaca peta. Saya rasa akan sangat masuk akal anda menghemat berbulan-bulan hanya untuk mempelajari satu analisis yang hanya dalam waktu 2-3 hari dapat anda kuasai dengan bimbingan mentor yang tepat.

Find your mentor here!

Story Telling dengan Data??

data-storytelling-lifecycle-via-infogr-am-sept-2014

Pada postingan sebelumnya saya pernah menuliskan bagaimana teknik penyajian dengan stroy telling atau tutur cerita adalah salah satu cara paing efektif untuk menyampaikan informasi dengan baik. Dengan cara ini orang yang menjadi audiens akan lebih PERHATIAN, MENYIMAK, dan MENGINGAT informasi yang kita sampaikan dengan lebih baik.

Saya adalah orang data dan saya suka bercerita. Saya bercerita dengan data. Ini adalah gaya komunikasi yang saya gunakan dan saya sangat menyukainya. Ingin tahu apa saja yang diperlukan untuk membuat sebuah story telling dengan data? Let’s get started.

Bagi anda yang bekerja di perusahaan yang berbasis teknologi, tentunya anda akan menemukan sebuah divisi khusus yang mengelola data dan infrastrukturnya. Umumnya disebut divisi IT, sebagian perusahaan malahan sudah memiliki divisi yang jauh lebih spesifik yang mengelola jenis data yang sekarang sedang ng-trend yakni BIG DATA.

Apapun jenis perusahaan tempat anda bekerja, baik anda di unit operasional maupun unit bisnis anda akan sering diminta melakukan analisa bisnis baik rencana, monitoring maupun laporan akhir. Hasil laporan yang anda buat kemudian akan disampaikan pada atasan anda, atau atasan dari atasan anda. Disinilah DATA STORY berperan. Anda bisa memilih untuk menampilkan datanya dalam bentuk tabel seperti ini?6-12-chart_4Atau anda menampilkan dengan beberapa grafik seperti ini?

figure-2

Apapun pilihan anda dalam menampilkan presentasi anda, pastikan anda membuatnya dengan cara yang benar. Btw, untuk kedua cara penyajian data diatas apa insight yang bisa anda dapatkan? Well, jujur saja saya sendiri kesulitan setengah mampus untuk membaca apa sebenarnya tujuan dari si pembuat grafik/tabel.

Pada data story salah satu hal yang perlu kita tekankan adalah KESEDERHANAAN (SIMPLICITY). Data seperti halnya dengan sumber informasi lain, seperti quote atau informasi dari ahli hanyalah ALAT untuk kita bercerita. Intinya adalah TUJUAN/MAKSUD kita agar bisa tersampaikan dengan baik. Thats all. Semakin banyak data yang anda tampilkan TIDAK membuat anda semakin PINTAR atau semakin JAGO, sebaliknya hal tersebut hanya menunjukkan anda TIDAK TAHU YG ANDA INGIN SAMPAIKAN.

Ada istilah sink or swim ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bahwa dengan jumlah informasi yang begitu banyak, dapatkah anda menggunakan kemampuan anda untuk swimming diantara lautan informasi ini ataukah anda adalah orang-orang yang  sinking karena tidak mampu menggali dan memanfaatkan data dan informasi yang begitu banyak sehingga seakan-akan tenggelam dalam lautan data/informasi ini. Bagaimana dengan anda? Sudah bisa berenang atau masih kesusahan berjuang kepermukaan?

harrypotter5posterarticle-2559322-06775c8100000514-99_634x705

Apa cerita kesukaan anda? Harry Potter? Sherlock Holmes? Secara pribadi saya suka sherlock holmes, alasannya banyak kejutan-kejutan tidak terduga (UNEXPECTED) yang saysa temukan sepanjang cerita. Tentu saja kejadian itu begitu kuat teringat didalam ingatan. Dengan cara yang sama, kita berusahan menampilkan sesuatu yang UNEXPECTED di dalam data story kita. Kita lakukan berbagai analisa dari yang sederhana sampai yang complicated untuk menampilkan hal-hal yang tidak kasat mata. Sesuatu yang tidak disadari dan hanya bisa ditampilkan dengan menggali data. Cerita yang didalamnya ada hal yang UNEXPECTED akan sangat menarik untuk disimak, other way akan sangat membosankan.

Pernahkah anda menyimak sebuah presentasi dimana pada akhir sesi presentasi anda bukannya anda mendapatkan informasi malahan anda semakin bingung? Anda tidak menemukan kejelasan dalam presentasi tersebut. Dalam sebuah penyampian cerita anda harus konkrit (CONCRETE) artinya harus jelas, solid dan tidak membingungkan. Hal yang paling penting dari sebuah cerita adalah pesan yang akan disampaikan. Pesan inilah yang harus secara jelas dan solid tersirat dan tersurat dalam sebuah presentasi. Hindari penggunaan aksesoris yang berlebihan sehingga membuat tujuan utama dari presentasi tersebut menjadi blur dan tidak jelas.

honesty

Jika anda pernah membaca atau mendengar How To Lie With Statistics, maka anda pasti tahu apa yang akan saya bicarakan berikut ini. Ya, masalah kredibilitas (CREDIBILITY). Seorang Data analyst atau siapapun yang melakukan pengolahan data wajib mempunyai kredibilitas dalam menyajikan datanya. Tanpa sikap ini maka apapun yang akan disampaikan berikutnya tidak lebih dari omong kosong. Data tidak pernah berbohong, manusialah yang berbohong. Namun ditangan yang tepat data akan menjadi sesuatu yang luar biasa yang bisa menjadi pembeda antara kesuksesan dan kegagalan. Kebenaran dan kenyataan yang terkandung didalam data inilah yang perlu digali dan ditemukan oleh orang-orang yang kredibel. Sifat data analyst atau pengolah data inilah yang akan menentukan kredibilitas dari cerita atau informasi yang anda akan dapatkan.

Karena sekarang lagi ngetrend kpop, maka saya coba kasih contoh yang kekinian. Pernah lihat drama korea? Salah satu yang ngetrend dulu adalah Endless Love… sampai-sampai sebuah tabloid membuat sebuah grafik trendline jumlah air mata pemirsa yang terkuras untuk tiap episodenya… what?? Untuk yang sekarang silahkan pilih sendiri jenis film atau drama yang anda suka… Apa kesamaan dari semua film-film tersebut? Ssatu yang menurut saya selalu ada selain aktor-aktor ganteng dan selalu kaya dan cewek cantik yang urakan dan miskin.. hehe.. adalah EMOSI... Saat emosi pemirsa terlibat, maka semua urusan mengenai perhatian dan pengingatan akan menjadi mudah.. Emosi membuat keterikatan dan membuat proses mengingat menjadi lebih mudah dan kuat karena tidak hanya otak yang mengingat, namun seluruh anggota badan.

Dalam presentasi kita harus membuat sebuah alur cerita dan alur tutur yang membangkitkan emosi dari audiens kita. Pilihlah contoh-contoh atau pilihan-pilihan gambar yang punya koneksi dengan audiens, pilihan warna-warna yang mewakili simbol-simbol emosi tertentu dan yang paling penting tampilkan data dan informasi yang membuat audiens kita ‘WOW’. Memang membangun emosi audiens ini membutuhkan keterampilan berbahasa dan gesture yang tepat. Sekali anda bisa menguasainya anda dapat membuat audiens anda melakukan hal-hal yang anda inginkan. Thats the point.

Hal terakhir yang menurut saya perlu ditambahkan dalam ramuan data story kita adalah STRUCTURE. Saat anda punya banyak informasi yang sangat ingin anda sampaikan namun anda punya waktu yang sangat terbatas maka pastikan bahwa story anda tersusun dengan STRUCTURE yang membentuk alur cerita. Hindari lompatan logika dan lompatan kesimpulan yang akan membuat alur cerita menjadi kacau.

Hope this blogs post find you in great condition.. 🙂

 

Mengolah jenis data numerik

Jenis data numerik adalah jenis data yang paling sering digunakan di dunia profesional, seperti yang telah saya pernah jelaskan pada posting saya sebelumnya pada jenis-jenis data, bahwa data numerik paling fleksibel untuk diolah dengan berbagai operasi matematika. Kita dapat mengurutkan, membandingkan dan membuat rasio dari dua data yang sifatnya numerik. Pada tulisan saya kali saya akan menampilkan beberapa penggunaan data numerik sehingga kita dapat mendapatkan  dan menyajikan informasi  dengan tepat.

Bagaimana menampilkan data numerik pada kalimat??

Saya sering membaca blog atau berita di surat kabar paling sering di skripsi/ thesis, dimana banyak sekali angka yang disebutkan. Jujur, saya terkadang merasa tenggelam didalam data yang begitu banyak. Saya tidak bisa menarik kesimpulan dari kalimat yang saya baca.

Salah satu cara untuk menyajikan data dalam sebuah narasi adalah gunakan maksimal dua data dalam satu narasi. Alasannya adalah sangat sederhana, karena otak sudah sangat terbiasa membandingkan dua hal (hitam-putih, panjang-pendek dll). Jika kita menyajikan tiga data pada satu narasi maka otak kita tetap akan membandingkannya dalam pasangan misalnya A, B dan C. Maka otak kita akan membuat perbandingan 3 kombinasi 2 (A-B, A-C, B-C). Jadi daripada membuat pembaca kita bingung, maka gunakan maksimal 2 data pada satu narasi.

Kapan menggunakan TABEL??

Sejak dulu sudah tak terhitung banyaknya data yang saya tampilkan menggunakan tabel, tapi belakangan saya berpikir kapan saat yang tepat menggunakan tabel?? Setelah membaca di beberapa tulisan master-master data, saya menyimpulkan bahwa jika kita:

  1. Anda mempunyai data yang relatif sedikit. lets say anda punya 100 data, dengan 2 dimensi. Maka lakukan pivot sederhana dengan excel, maka anda mendapatkan tabulasi yang mudah dan sederhana.
  2. Jika anda memperhatikan detail dari angka yang anda sajikan. Misalkan anda ingin menampilkan 3 angka dibelakang koma (2.596 dari pada dibulatkan menjadi 2.6), maka pilihan tabel akan memberikan fitur untuk menampilkan presisi angka tersebut.
  3. Salah satu teknik visualisasi data bukan hanya menunjukkan sesuatu tapi juga ‘tidak menunjukkan’. Salah satu contohnya adalah, jika anda tidak ingin menunjukkan secara jelas perbedaan profit perusahaan pertahun maka tabel akan menyamarkan perbedaan tersebut dengan sangat baik.

Menyajikan data dg Tabel tp Tetap sederhana?

Sering kali saya melihat penyajian presentasi data dengan menampilkan tabel, namun satu hal yang membuat saya tersiksa yakni TERLALU BANYAK ANGKA. Tidak adanya fokus pembahasan menyebabkan kita terjebak dalam persepsi bahwa semakin banyak data yang disampaikan maka semakin canggih dan sophisticated laporannya. Padahal TIDAK.

Pada kenyataannya para presenter handal dunia lebih suka menggunakan sedikit angka dan sedikit kata-kata dalam presentasinya. Adapun data yang disajikan lebih kepada CLUE untuk mempertajam STORY yang sedang mereka ceritakan.

Pertama. Identifikasi point penting yang ingin highlight.

Kedua. Identifikasi kecenderungan orang membaca data kolom atau baris?? Sebaiknya sih kategori letakkan di kolom sehingga lebih mudah dibandingkan (orang cenderung membandingkan kolom ke kolom).

Ketiga. Lakukan pembulatan sampai tingkat ketelitian yang dibutuhkan. Terlalu banyak angka dibelakang koma malahan akan menghilangkan makna sesungguhnya dari angka tersebut karena gagal fokus.

Keempat. Hindari penggunaan garis pemisah antara kolom dan garis secara berlebihan. Jangan sampai tabel anda benar-bener terlihat ‘excel-like’. Gunakan bold untuk highlight data yang anda ingin tekankan.

 

~• Peluang (“Probability”) •~

By prof khairil notodiputro
Guru besar statistika IPB

Dalam matematika, peluang (p) merupakan ukuran kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Karena p merupakan ukuran kemungkinan suatu kejadian maka kisaran nilai p, yaitu dari 0 sampai dengan 1, akan mencerminkan seberapa besar kemungkinan kejadian itu untuk terjadi. Semakin besar niai p dari suatu kejadian maka semakin besar pula peluangnya untuk terjadi. Begitu pula sebaliknya jika nilai p semakin kecil. Selanjutnya, karena p berkisar dari 0 sampai dengan 1 maka kejadian dengan peluang p=0 merupakan kejadian yang mustahil terjadi. Misalnya mustahil sepeda akan berubah menjadi sapi. Demikian pula suatu kejadian dengan peluang p=1 merupakan kejadian yang pasti terjadi. Misalnya setiap mahluk yang bernyawa pasti mati pada suatu saat.

Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa mengetahui besarnya peluang terjadinya suatu kejadian? Atau bagaimana kita bisa mengukur besarnya p?

Besarnya p bisa ditentukan berdasarkan frekuensi relatifnya (“relative frequency”). Misalnya jika dari pengalaman 1000 kali penerbangan yang dilakukan oleh maskapai X ternyata terjadi 700 kali keterlambatan “take off”.  Ini bermakna bahwa jika kita pada suatu saat akan terbang dengan maskapai X maka peluang untuk terlambat “take off” adalah sebesar p=0.7.

Selanjutnya karena frekuensi relatif itu dasarnya adalah pengalaman yang sudah terjadi maka wajar dipertanyakan “bagaimana menentukan peluang p jika belum ada pengalaman dengan kejadian itu?” Dalam hal ini kita bisa menggunakan peluang subjektif (“subjective probability”).

Sebagai misal, si A akan mencalonkan diri menjadi kepala daerah X di tahun 2017. Si A belum pernah bersaing dalam pilkada sehingga peluangnya untuk menang tidak dapat ditentukan berdasarkan frekuensi relatifnya. Kita hanya bisa menentukan peluang menang pilkada bagi si A menggunakan peluang subjektif. Jika si A memiliki prestasi bagus (misal mampu memberantas korupsi di lingkungannya, membebaskan daerahnya dari banjir dan kemacetan lalu lintas, menggusur lokasi prostitusi, dsb) serta disenangi oleh sebagian besar masyarakatnya dan didukung oleh partai yang punya suara besar di parlemen, maka peluang si A untuk menang pilkada di tahun 2017 akan cukup besar.

Lebih lebih lagi jika si A dinyatakan bersih dari indikasi korupsi oleh KPK, ditambah lagi penantang berat dari si A juga sudah tidak akan mencalonkan diri dalam pilkada daerah X pada tahun 2017, maka peluang si A untuk menang akan semakin besar. Kawan saya tadi secara SUBJEKTIF mematok peluang si A untuk memenangi pilkada di daerah X pada tahun 2017 adalah sebesar p=0.90.

Itulah pengertian peluang secara matematika dan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat..

Percayakah anda 9 dari 10 wanita menggunakan *******?

iklanKalau saya sih lebih percaya 9 dari 10 iklan lebih banyak ngibulnya dari pada benernya. Atau saya lebih percaya dari 10 kali anggota DPR ngomong 9 kali mereka berbohong, 1 kalinya bercanda…hehe. Tapi bukan itu intinya. Tapi apakah arti sebenarnya dari angka 9 dari 10? Let see.

Jika anda adalah penikmat acara televisi tanah air, maka saya dapat memastikan anda juga penikmat iklan tv. Bagaimana tidak dari setiap 5 menit tayangan acara, maka 2-3 menit lainnya adalah iklan tv. Ya.. iklan merupakan porsi terbesar dari pemasukan televisi sekaligus cara yang paling ampuh bagi pemilik produk untuk menginformsikan kepada pemirsa tentang produk mereka. Berbagai jenis iklan digunakan untuk menanamkan ke benak pemirsa agar kemudian dapat menggunakan produknya.

Di datatalker, saya tidak akan membahas lebih jauh mengenai jenis iklannya tapi bagaimana data disalahgunakan oleh pihak-pihak yang semata-mata mengharapkan keuntungan dengan mengabaikan kebenaran.

Klaim 9 dari 10 wanita telah memilih produk A. Apa yang terlintas di benak anda? Bagi pemirsa yang awam konsep statistika/matematika maka secara sadar maupun tidak sadar akan cenderung berpikir 90% wanita di Indonesia menggunakan produk A. Benarkah demikian?? Ini yang tidak pernah atau tidak mau ditunjukkan dengan jujur oleh pembuat iklan:

  1. Klaim 9 dari 10 wanita Indonesia menggunakan produk A adalah TIDAK TEPAT.
  2. Klaim tersebut adalah hasil SURVEY, dimana hasil survey tergantung dari metode surveynya. Jika menggunakan diambil secara acak dari POPULASI dan metodenya BENAR, maka klaim tersebut dapat dibenarkan. Jika TIDAK maka klaim tersebut hanyalah KEBOHONGAN.
  3. Letak KESALAHAN FATALNYA adalah klaim wanita Indonesia (seluruh), padahal hanya sebagian wanita yang ikut survey dan TIDAK MEWAKILI seluruh WANITA (Populasi).

Menurut saya kalimat yang disampaikan haruslah tidak ambigu misalnya, 9 dari 10 wanita yang kami survey (purposive/random sampling) menggunakan produk A. Tapiii… apakah terdengar menarik?? Sepertinya kebohongan yang cantik lebih dipilih daripada kebenaran dengan muka pasaran.

Story telling- Background

open book

Otak kita bekerja dengan cara asosiasi. Dia bekerja dengan menghubungkan satu kejadian dengan kejadian yang lain.  Bisa jadi punya hubungan bisa juga tidak. Efektifitas pemahaman kita akan sebuah masalah ditentukan oleh bagaimana otak mengakses informasi2 yg telah ada sebelumnya. Salah satu bentuk penyampaian informasi yang efektif adalah dengan menggunakan storytelling (bercerita).
Saat masih kecil kita sering dibacakan cerita dongeng atau kisah2 tentang para nabi.  Masih ingatkah anda dg cerita2 tersebut?  Saya menjawab masih… Sebagian cerita2 tersebut telah diceritakan lebih dari 20 tahun yang lalu. Bandingkan saja dengan penjelasan pimpinan rapat tadi pagi… :mrgreen: jangankan ingat, .mungkin paham aja belum.
Thats power of story telling. Bapak ibu kita menceritakan dongeng dan kisah dengan sebuah alur yang disukai oleh otak kita,  sedangkan pimpinan kita tadi pagi menjelaskan dalam bentuk yang tidak utuh dan sepotong2.
Pada kasus kedua otak kita kesulitan menjalin asosiasi antar fragmen2 informasi yang ada sehingga hanya masuk kedalam short term memory. Sedangkan cerita dan kisah tadi membekas dg kuat karena alur cerita yang sangat mudah diterima akal.

Bacakan sebuah cerita mengenai “Seorang wanita muda sedang berjalan menuju sebuah rumah tua jam 12 malam. Rumah itu mempunyai dua lantai dengan dinding yang kusam dan cat terkelupas. Malam itu sangat gelap, tidak ada bulan maupun bintang yang bersinar”.

Review. Tanyakan kembali tentang cerita diatas, simak seberapa mereka yang memperhatikan detail cerita. Minta salah seorang untuk mengulang cerita diatas. Saya sangat yakin bahwa orang tersebut dapat menceritakan kembali cerita diatas dengan baik, sekitar lebih dari 90% dari isi cerita tersebut dapat di ceritakan ulang.

Apa yang terjadi adalah saat kita bercerita, orang akan MENYIMAK, lalu secara tidak sadar otak anda akan melakukan proses MENGINGAT. Sejalan dengan proses ini, otak kita membuat sebuah GAMBARAN mengenai cerita tersebut. Lalu kita mencoba MEMAHAMI cerita tersebut.

Memangnya susah ya?? Coba anda tanyakan hal ini kepada para guru atau profesi pengajar lain. Saya sendiri sangat suka mengajar dan sempat beberapa tahun menjadi pengajar lepas, hal ini sangat-sangat susah. Sampai pada tahap menyimak mungkin sedikit lebih mudah, namun coba saja anda melakukan evaluasi belajar.  Anda baru terkejut dengan rendahnya penerimaan dan pemahaman dari murid-murid anda.

Proses dalam menyampaikan informasi hanyalah sebuah proses untuk menyampaikan gagasan dan ide anda kepada orang lain dengan harapan orang tersebut akan berpikir dan bertindak sesuai dengan apa yang anda inginkan. Contohnya anda ingin seseorang untuk membiayai bisnis anda, lalu anda mempresentasikan hitung-hitungan bisnis dengan menampilkan bagaimana penjualan akan naik jika anda melakukan ini dan itu. Dengan bermodalkan power point dan excel saja, anda dengan mudah membuat sebuah slide presentasi. Namun apakah hal tersebut menjamin orang tersebut akan bertindak sesuai dengan kenginan anda? Hal ini tergantung dari seberapa baik perhitungan anda masuk akal dan jangan lupa bagaimana anda menyampaikan gagasan dan ide anda tersebut.

Dengan bercerita, anda bisa mendapatkan PERHATIAN, lalu anda membuat dia MENGINGAT apa yang anda sampaikan, lalu anda berikan GAMBARAN yang jelas sehingga dia bisa PAHAM dan akhirnya mau bertindak sesuai dengan kenginan anda.

Just FYI. Terlepas dari apa agama anda, saat anda membuka kitab suci anda maka anda akan menemukan banyak sekali cerita yang tertera didalam semua kitab suci kisah nabi Musa dalam Al-Quran, kisah Sodom dan Gomorah di Injil, Kisah Pandawa dan Kurawa di Kitab Mahabarata dan lain sebagainya. Tuhan pasti punya alasan menggunakan cerita dalam kitab-kitabnya. Well, Tuhan jelas tahu tentang kita lebih dari kita mengenal diri kita. Dia mendesign cara yang paling tepat agar kita mengerti dan mau menjalan perintahnya lewat cerita-cerita yang Dia sampaikan. Jika Tuhan saja sudah menggunakan cara ini, maka tidak perlu ragu lagi untuk menggunakan cara yang sama untuk menyampaikan pesan anda kepada orang lain.