Data Type: Discrete vs Continues

Minggu lalu saya diminta oleh rekan saya untuk membantu sebuah unit baru di kantor saya. Unit ini kedepannya akan sangat intense menggunakan data sebagai bagian dari pekerjaannya. Saya diberikan sebuah set data untuk kemudian di analisa untuk membuktikan bahwa konsep-konsep statistika dapat diaplikasikan dalam pekerjaan mereka. Setelah menyiapkan beberapa halaman slide, saya pun datang dan menjelaskan bagaimana langkah-langkah yang saya lakukan sampai menghasilkan model sesuai dengan harapan mereka. Ternyata… sebagian besar dari audiens masih sangat awam dengan jargon-jargon statistika. Hal ini membuat saya kembali berpikir bahwa kembali menguatkan konsep dasar tidak akan pernah menjadi kesia-siaan. Baiklah, mari kita mulai dengan discrete dan continues.

Sederhananya variabel discrete adalah variabel yang berasal dari operasi menghitung. Jumlah gelas di dalam lemari, jumlah buah di dalam keranjang. Hitungan sederhana seperti 1,2,3 dst. Tidak ada angka desimal di dalam variabel discrete.07778a4906f57221506f44beef50cf6d

Sedangkan variabel continues adalah variabel yang memiliki selisih antara dua variabel 0 hanya jika variabel tersebut dikurangi dengan dirinya sendiri. Ciri-cirinya adalah adanya angka decimal 1.991, 1.9999992 dst. Contohnya adalah berat badan, tinggi badan, interval waktu dll.

cant-lose-weightPenentuan variabel ini sangat berpengaruh terhadap analisa data yang akan anda lakukan kedepannya. Jika anda mempunyai variable discrete akan lebih cocok jika anda menggunakan median untuk ukuran pemusatan dan untuk variabel continues akan lebih tepat jika anda menggunakan rata-rata. Jika anda masih bingung dengan ukuran pemusatan mungkin anda ingin membaca tulisan saya tentang Ukuran Penyebaran Data.

Biasanya saat anda melakukan import data kedalam software anda akan diminta untuk mendifinisikan variabel yang anda masukkan. Nah dengan mendefinisikan data anda dengan tipe data yang tepat anda tidak akan mengurangi masalah yang mungkin anda hadapi pada langkah-langkah berikutnya.

 

Advertisements

Step by Step Menampilkan Grafik dari Google SpreadSheet

Karena penasaran dengan cara orang-orang menampilkan chart-chart yang interaktif di websitenya. Maka saya coba cari artikel tentang how to nya. Setalah mencoba sendiri, saya tampilkan hasil coba-coba saya. Lets check it out 🙂

  1. Buatlah file seperti halnya anda membuat file di Ms Excel.

table spreadsheet

2. Kemudian block file yang anda inginkan untuk disajikan dalam bentuk grafik, dan pilih chart editor. Setelah itu pilih jenis chart sesuai dengan kebutuhan anda.

Pilih chart editor

3. Setelah anda memilih chart yang dinginkan, pilih insert dan anda akan melihat hasil chart pada google spreadsheet anda. Pilih Publish chart.

pilih menu pojok

4. Setelah memilih publish chart, anda akan menemukan tampilan link dan embedded. Agar chart langsung tampil pada page anda pilih embedded dan copy link nya.

copy link chart embedded

5. Karena saya menggunakan wordpress maka penjelasan berikutnya menyesuaikan dengan domain blog masing-masing. Pada menu wordpress saat anda membuat new post akan ada menu insert link. Pilih insert link dan paste link yang anda copy sebelumnya dari google spreadsheet.

Copy URL dan Link Text

6. Setelah anda selesai semua langkah di atas. Anda bisa lihat hasilnya seperti chart dibawah ini. Mudah bukan??