Analisa Trend Data Time Series Dengan “Indexing” Excel

Data time series adalah salah satu jenis data paling sering kita temukan, ciri-cirinya adalah adanya time stamp atau penanda waktu di salah satu kolom datanya. Hal yang ingin kita ketahui dari data time series adalah perubahan data dari waktu ke waktu, jika kita memiliki beberapa variable, maka kita juga ingin tahu bagaimana kedua variable tersebut berubah nama kerennya autokorelasi, namun jika kita memiliki informasi dimensi atau group atau kelompok, kita ingin membandingkan apakah kelompok yang satu lebih baik dari kelompok yang lain. itu lah beberapa contoh informasi yang dapat kita dapatkan dengan menganalisa data time series.

Saya selalu menekankan bahwa mulailah analisa data dengan analisa deskriptif. Salah satu contohnya adalah teknik eksplorasi dengan visualisasi data, tentu saja dengan teknik visualisasi yang benar maka kita dapat mendapatkan informasi dengan mudah dan menarik kesimpulan dengan benar.

Untuk itu saya sudah mengunduh data time series dari https://timeseries.weebly.com/data-sets.html silahkan unduh file “visitor.csv”.

Berikut sample datanya

DateAustraliaChinaJapanUnited Kingdom
1998Q4202881089593813831
1999Q1220471492692523271
1999Q214362145043539756
1999Q315775155168557899
1999Q4212092020621615778
2000Q1252612364706125362
2000Q2158912541441711618
2000Q317117272975058553
2000Q4227613292677817512
2001Q1275393771816929409
2001Q2178673529529012008

Langkah pertama yang anda lakukan adalah melakukan “text to columns” untuk merapikan data agar bisa di olah dengan excel. Bagi yang belum paham, silahkan tanyakan di kolom komentar.. nanti saya ajarin. Ok lanjut.

Setelah data sudah berbentuk seperti diatas, maka kita akan membuat chart yang cocok dengan data time series, yakni line chart. Maka hasilnya sebagai berikut:

Dari chart diatas kita dapat melihat bahwa visitor di Australia paling tinggi, di ikuti oleh UK dst. Namun satu hal yang tidak sukai dari chart ini… sangat tidak indah, coba bandingkan dengan chart berikut.

Langkah: Remove Y-axis, Pilih “Smoothed line”, tampilkan series name dan value, remove grid line

Bagaimana menurut anda? Chart mana yang lebih layak anda tampilkan di power point anda? Dari data absolut value kita sudah mendapatkan beberapa informasi seperti nilai tertinggi, negara mana yg menyalip negara yg lain dsb. Namun jika ada pertanyaan, negara mana dengan pertumbuhan tertinggi?? Dari chart diatas negara mana jawabannya? Ok simpan jawaban anda ya..

Untuk menjawab pertanyaan ini kita akan memodifikasi datanya dengan menggunakan teknik indexing. Indexing adalah membagi value dari data ke suatu titik yang kita inginkan bisa ke data pertama, data terakhir, data sebelumnya data setelahnya dll. Gunanya adalah untuk membandingkan perubahan data seiring dengan waktu terhadap posisi yg sama sehingga memberikan gambaran seberapa besar “growth” atau pertumbuhannya… dengan menggunakan absolut data, kita akan kesulitan terutama jika value dari satu data jauh lebih besar dari data yang lain. Dapat anda lihat bahwa Jepang dan China hampir tidak terlihat fluktuasi nya karena series yang kita gunakan rangenya besar karena data Australia yg nilai data absolutnya besar..

Nah dengan sekarang buat lah kolom baru dengan formula bagi data dengan data pertama.

Index to First
DateAustraliaChinaJapanUnited Kingdom
1998Q41111
1999Q11,0867014981,3700642791,1662175821,682524763
1999Q20,7079061511,3314967860,7330751090,70537199
1999Q30,7775532331,4242424241,1544291010,57110838
1999Q41,0453962931,8549127641,046817111,140770732
2000Q11,2451202682,1707988981,1891209161,83370689
2000Q20,7832708992,3333333330,7438531490,839997108
2000Q30,843700712,5059687791,2638935670,618393464
2000Q41,1218947163,0229568411,1414617721,266141277
2001Q11,3574033913,4628099171,3757157292,126310462

Lalu dengan data yang baru ini buatlah line chart baru.

Bagaimana tebakan anda tadi? Benar atau Salah?

Kemungkinan kita menjawab bahwa Australia yang lebih tinggi pertumbuhannya sangat tinggi karena memang hanya data Australia dan UK yg “terlihat jelas” di chart data absolut. namun dengan menggunakan indexing kita bisa melihat bahwa visitor ke China lah yang memiliki pertumbuhan paling pesat sedangkan negara yang lain cenderung memiliki pertumbuhan yang sama.

Bagaimana dengan teknik baru kita kali ini? Semoga berguna dalam melaksanakan pekerjaan dan tugas masing-masing. Silahkan share, comment dan subscribe…

Never stop learning!

Kudos, Rahmat (Author)

Bagaimana mengetahui trend data di excel?

Sebelum anda melakukan analisa data yang kompleks, langkah pertama yang anda perlu lakukan adalah mengetahui TREND data yang anda miliki. Dibandingkan melihat dalam bentuk tabular/tabel, akan jauh lebih mudah untuk memunculkannya dalam bentuk grafik.

Selain itu excel memiliki sebuah fitur untuk memunculkan trend dengan sangat mudah, ditambah lagi dengan adanya fitur forecasting atau pendugaan. Adapun langkah [ertama yang anda lakukan adalah membuat grafik line sederhana.

Trendline1

Langkah kedua adalah klik kanan pada grafik garis yang sudah terbentuk dan pilih ADD Trendline

Trendline2

Langkah ketiga adalah memilih jenis pendekatan trend yang paling sesuai dengan karakteristik data. Terdapat 6 pilihan yakni:

  1. Exponential : Cocok untuk data yang karakternya meningkat atau menurun secara berpangkat misalkan 1, 4, 16 dst.
  2. Linear : merupakan pendekatan yang paling populer dimana sebaran data didekati dengan menggunakan garis lurus yang mewakili data. Pendekatan linear cukup sederhana dan paling mudah untuk di interpretasikan.
  3. Logaritmik : jika data pertama dan data kedua memiliki hubungan logaritmik maka tentu saja pendekatan ini akan lebih sesuai.
  4. Polinomial: Jika data anda memiliki puncak dan lembah yang banyak dan tingkat akurasi adalah hal yang anda utamakan maka anda dapat menggunakan polinomial dimana merupakan kombinasi dari exponential dan linear. Khusus untuk polinomial dapat dipilih sampai pangkat ke-sekian
  5. Power: hanya digunakan jika data anda meningkat secara drastis
  6. Moving average: jika data anda bergerask sesuai dengan rata-rata periode sebelumnya, maka anda dapat menggunakan moving average pada data anda.

Trendline3

Langkah terakhir: Setelah anda memilih salah satu pendekatan, anda dapat memilih memunculkan formula trend yang anda pilih dengan memilih display equation on chart. 

Mungkin anda memiliki pertanya bagaimana mengetahui trendline yang anda pilih adalah yang paling baik? Untuk itu kita dapat menampilkan R-squared yang menunjukkan seberapa besar trend yang kita buat merepresentasikan keseluruhan data.

Trendline4

Selain itu kita dapat melakukan forecasting dengan menggunakan trendline yang kita pilih. Untuk meramal kedepan kita dapat menggunakan forward dan untuk masa lalu kita dapat menggunakan backward. Workshet yang saya gunakan dalam tutorial ini dapat di download disini

 

Step by Step Menampilkan Grafik dari Google SpreadSheet

Karena penasaran dengan cara orang-orang menampilkan chart-chart yang interaktif di websitenya. Maka saya coba cari artikel tentang how to nya. Setalah mencoba sendiri, saya tampilkan hasil coba-coba saya. Lets check it out 🙂

  1. Buatlah file seperti halnya anda membuat file di Ms Excel.

table spreadsheet

2. Kemudian block file yang anda inginkan untuk disajikan dalam bentuk grafik, dan pilih chart editor. Setelah itu pilih jenis chart sesuai dengan kebutuhan anda.

Pilih chart editor

3. Setelah anda memilih chart yang dinginkan, pilih insert dan anda akan melihat hasil chart pada google spreadsheet anda. Pilih Publish chart.

pilih menu pojok

4. Setelah memilih publish chart, anda akan menemukan tampilan link dan embedded. Agar chart langsung tampil pada page anda pilih embedded dan copy link nya.

copy link chart embedded

5. Karena saya menggunakan wordpress maka penjelasan berikutnya menyesuaikan dengan domain blog masing-masing. Pada menu wordpress saat anda membuat new post akan ada menu insert link. Pilih insert link dan paste link yang anda copy sebelumnya dari google spreadsheet.

Copy URL dan Link Text

6. Setelah anda selesai semua langkah di atas. Anda bisa lihat hasilnya seperti chart dibawah ini. Mudah bukan??

Visualisasi data dengan pemilihan grafik yang tepat

Dalam menyajikan sebuah presentasi atau tulisan seringkali kita menemukan banyak alat bantu yang digunakan untuk mempermudah audiens baik itu pembaca atau penonton untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Sebagian orang menuliskan angka-angka berdampingan dengan kalimat-kalimat penjelasannya, ada yang menggunakan tabel ada pula yang menggunakan grafik.

Penggunaan alat bantu seperti tabel atau grafik akan sangat mempermudah orang yang membaca atau menyimak presentasi kita. Walaupun terlihat sederhana penyajian data dengan menggunakan tabel maupun grafik kadang akan membuat anda sakit kepala jika anda tidak memahami langkah-langkah dasar pemilihan jenis grafik yang sesuai.

Satu: Bar Chart (Grafik Batang)

Jika anda tujuan anda adalah membandingkan satu hal dengan hal yang lain, maka grafik batang adalah opsi yang baik.

Tambahkan dengan mengurutkan dari data terbesar dan terkecil (atau sebaliknya) akan menjadikan cerita yang ingin anda tampilkan menjadi lebih jelas dan mudah untuk dimengerti. Berikan sedikit space antara batang yang satu dengan batang yang lain.

Dua: Pie Chart (Grafik Kue)

Pie chart digunakan anda yang ingin menunjukkan informasi berupa proporsi sebuah dimensi terhadap keseluruhan. Dengan menunjukkan dalam sebuah lingkaran yang terbagi menjadi beberapa bagian yang proporsional, dengan memberikan label proporsi data pada masing-masing bagian akan mempermudah orang yang melihat besarnya proporsi dari dimensi yang diminati.

Tambahkan dengan teknik “ledakan” yakni dengan memisahkan bagian chart yang ingin ditonjolkan dari bagian lingkaran tersebut. Dengan demikian mata penyimak pertama kali akan tertuju pada bagian yang terpisah tersebut.

Tiga: Line Chart (Grafik Garis)

Sebagian data dikumpulkan hanya pada satu waktu, namun beberapa orang tertarik untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu. Sounds familiar? Yup, hampir di semua channel televisi menampilkan trend perubahan harga cabe, beras, minyak dan saham.

Dengan mengetahui trend perubahan di masa lalu, diharapkan kita dapat memprediksi kejadian di masa depan atau lebih baik lagi memperbaiki kesalahan-kesalahan yang menyebabkan trend buruk dan meraih trend positif di masa depan. Line chart adalah grafik yang tepat untuk menunjukkan perubahan data dari waktu ke waktu. Jika anda ingin membandingkan beberapa hal maka tinggal membuat multiple line chart, terus bedakan dengan warna dan button, beres.

Semoga bermanfaat.