Step by Step Menampilkan Grafik dari Google SpreadSheet

Karena penasaran dengan cara orang-orang menampilkan chart-chart yang interaktif di websitenya. Maka saya coba cari artikel tentang how to nya. Setalah mencoba sendiri, saya tampilkan hasil coba-coba saya. Lets check it out 🙂

  1. Buatlah file seperti halnya anda membuat file di Ms Excel.

table spreadsheet

2. Kemudian block file yang anda inginkan untuk disajikan dalam bentuk grafik, dan pilih chart editor. Setelah itu pilih jenis chart sesuai dengan kebutuhan anda.

Pilih chart editor

3. Setelah anda memilih chart yang dinginkan, pilih insert dan anda akan melihat hasil chart pada google spreadsheet anda. Pilih Publish chart.

pilih menu pojok

4. Setelah memilih publish chart, anda akan menemukan tampilan link dan embedded. Agar chart langsung tampil pada page anda pilih embedded dan copy link nya.

copy link chart embedded

5. Karena saya menggunakan wordpress maka penjelasan berikutnya menyesuaikan dengan domain blog masing-masing. Pada menu wordpress saat anda membuat new post akan ada menu insert link. Pilih insert link dan paste link yang anda copy sebelumnya dari google spreadsheet.

Copy URL dan Link Text

6. Setelah anda selesai semua langkah di atas. Anda bisa lihat hasilnya seperti chart dibawah ini. Mudah bukan??

Visualisasi data dengan pemilihan grafik yang tepat

Dalam menyajikan sebuah presentasi atau tulisan seringkali kita menemukan banyak alat bantu yang digunakan untuk mempermudah audiens baik itu pembaca atau penonton untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Sebagian orang menuliskan angka-angka berdampingan dengan kalimat-kalimat penjelasannya, ada yang menggunakan tabel ada pula yang menggunakan grafik.

Penggunaan alat bantu seperti tabel atau grafik akan sangat mempermudah orang yang membaca atau menyimak presentasi kita. Walaupun terlihat sederhana penyajian data dengan menggunakan tabel maupun grafik kadang akan membuat anda sakit kepala jika anda tidak memahami langkah-langkah dasar pemilihan jenis grafik yang sesuai.

Satu: Bar Chart (Grafik Batang)

Jika anda tujuan anda adalah membandingkan satu hal dengan hal yang lain, maka grafik batang adalah opsi yang baik.

Tambahkan dengan mengurutkan dari data terbesar dan terkecil (atau sebaliknya) akan menjadikan cerita yang ingin anda tampilkan menjadi lebih jelas dan mudah untuk dimengerti. Berikan sedikit space antara batang yang satu dengan batang yang lain.

Dua: Pie Chart (Grafik Kue)

Pie chart digunakan anda yang ingin menunjukkan informasi berupa proporsi sebuah dimensi terhadap keseluruhan. Dengan menunjukkan dalam sebuah lingkaran yang terbagi menjadi beberapa bagian yang proporsional, dengan memberikan label proporsi data pada masing-masing bagian akan mempermudah orang yang melihat besarnya proporsi dari dimensi yang diminati.

Tambahkan dengan teknik “ledakan” yakni dengan memisahkan bagian chart yang ingin ditonjolkan dari bagian lingkaran tersebut. Dengan demikian mata penyimak pertama kali akan tertuju pada bagian yang terpisah tersebut.

Tiga: Line Chart (Grafik Garis)

Sebagian data dikumpulkan hanya pada satu waktu, namun beberapa orang tertarik untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu. Sounds familiar? Yup, hampir di semua channel televisi menampilkan trend perubahan harga cabe, beras, minyak dan saham.

Dengan mengetahui trend perubahan di masa lalu, diharapkan kita dapat memprediksi kejadian di masa depan atau lebih baik lagi memperbaiki kesalahan-kesalahan yang menyebabkan trend buruk dan meraih trend positif di masa depan. Line chart adalah grafik yang tepat untuk menunjukkan perubahan data dari waktu ke waktu. Jika anda ingin membandingkan beberapa hal maka tinggal membuat multiple line chart, terus bedakan dengan warna dan button, beres.

Semoga bermanfaat.