Pengujian Hipotesis?? Makhluk apa Itu??

https://i1.wp.com/eugenieteasley.com/wp-content/uploads/2014/11/Hypothesis-pic.jpg

Secara sederhana hipotesis itu adalah sebuah pernyataan yang bisa saja benar atau salah. Nah, dalam statistika kita diajarkan cara bagaimana kita membuktikan kebenaran sebuah hipotesis sehingga kita bisa menerima atau menolaknya. Apakah anda pernah mendengar mungkin di sebuah berita bahwa rata-rata pendapatan masyarakat di sebuah kota adalah sebesar 5 juta rupiah. Anda mungkin bertanya, masa sih 5 juta rupiah?? Saat pertama kali pernyataan tersebut muncul, anda mungkin meragukan apakah informasi tersebut benar atau tidak. Biasanya seseorang cenderung akan langsung menolak atau menerima informasi tersebut tanpa harus membuktikan apakah pernyataan tersebut benar atau tidak.

Prosedur dalam melakukan pengujian hipotesis dalam statistika di desain untuk membuktikan klaim tersebut. Biasanya klaim yang ada di dalam hipotesis tersebut dibuat untuk menggambarkan keadaan parameter (angka yang menggambarkan populasi), padahal kita tahu bahwa keadaan populasi itu sangat sulit untuk diketahui. Biar lebih spesifik, kita ambil contoh rata-rata pendapatan sebuah kota di klaim 5 juta rupiah. Jika anda memiliki pendapat lain selain dari hipotesis tersebut, maka hal tersebut bisa dinamakan hipotesis alternatif. Tujuan anda adalah membuktikan bahwa hipotesis anda yang benar, bagaimana caranya? yup, tentunya dengan menggunakan data. Karena anda tidak mempunyai data populasi maka dengan sangat terpaksa anda menggunakan data sampel yang ada pada anda (teknik pengumpulannya ada di pembahasan sebelumnya).

Seperti pada penjelasan sebelumnya, kita memiliki dua jenis hipotesis. Hipotesis yang pertama adalah null hypothesis H0. Ciri-ciri H0 adalah selalu menyatakan bahwa nilai prameter selalu sama dengan nilai yang diklaim, pokoknya klo null hyopthesis selalu menggunakan tanda =, ≥, ≤ . Contohnya, rata-rata pendapatan masyarakat sebuah kota adalah 5 juta rupiah, maka penulisan null hipotesis nya menjadi H0: μ=5juta. Jika ada H0 tentu saja ada hipotesis tandingannya, yang dinamakan hipotesis alternatif lambangnya H1 atau Ha. Hipotesis ini berisi negasi atau kebalikan dari H0. Untuk contoh        H0: μ=5juta, apa H1 nya? Yup!! tentu saja H1: μ≠5juta.

Sebenarnya H1 bisa ada tiga jenis, tergantung anda tertarik ingin membuktikan apa.

  • Misalnya, anda hanya ingin membuktikan bahwa klaim media bahwa bahwa rata-rata pendapatan masyarakat adalah 5 juta, maka anda memiliki H0: μ=5juta dan H1: μ≠5juta
  • Namun jika ada contoh lain, dimana anda bekerja disebuah bank dan anda meyakini bahwa waktu pembukaan rekening bisa kurang dari 15 menit. bagaimana anda menyusun hipotesisnya? Yup, susunan hipotesisnya menjadi   H0: μ≥ 15 menit dan H1: μ<15 menit.

Secara umum H0 selalu mengandung unsur bahwa tidak ada hal yang baru/ sama saja/ keadaan sekarang yang tidak ada bedanya dkk. Pokoke, apa yang ada sekarang anggap bener aja dulu, sampai bener-bener kebukti bahwa klaim nya salah.

Pernah liat orang di adili gak? Nah, di pengadilan itu menggunakan konsep penyusunan hipotesis sama kayak yang dijelasin di atas. Apa hipotesis awal dari seorang hakim?? Bener, orang itu gak bersalah… tapiiii… hanya sampai jaksa membuktikan dengan bukti yang meyakinkan kalo dia bersalah. Got it?? Terus gimana kalo ternyata jaksa gak bisa membuktikan klo orang tersebut bersalah? Untuk kondisi ini hakim akan mengatakan bahwa “orang tersebut tidak terbukti melakukan ……” bukan mengatakan bahwa “orang ini terbukti benar atau terbukti orang baik-baik” karena bisa saja jika ada suatu hari ada bukti baru yang membuktikan bahwa orang ini benar-benar bersalah.

Ahhh… udah lumayan banyak nih pembahasannya… kita lanjut lain kali ya… please add komen di bawah yaaa… I am no perfect person.. just wanna share…