Binomial Distribution (Bahasa:Sebaran Binomial)

Distribution atau sebaran adalah salah satu konsep yang penting atau bisa dibilang paling penting dalam statistika. Bagi mereka yang mau belajar data science/ analytics konsep  distribusi binomial ini adalah hal yang wajib dipahami. Dari namanya bi= dua  dan nomial=nom=nama,  seharusnya anda bisa menebak bahwa distribusi ini digunakan untuk dua kejadian. Salah satu contoh kejadian yang dapat dijelaskan oleh distribusi binomial adalah pelemparan koin dimana kemunculan angka dan gambar.

Jika sebuah koin simetris dilempar 10 kali maka kita akan mendapatkan n=10 dan jika yang kita amati adalah munculnya angka dengan peluang 50% (kita tandai dengan sukses) dan gambar (gagal) dengan peluang 50%. Maka kita dapat menuliskan sebaran ini dengan n=10, p=0.5 dan 1-p=0.5.

tyjr4

Grafik diatas cukup jelas menunjukkan jika kejadian diulang 40 kali dan koin yang digunakan adalah simetris p=0.5 maka dapat ditunjukkan oleh grafik berwarna biru. Kita lihat bahwa rata-rata kemunculan angka ditunjukkan oleh garis biru tertinggi yakni 20. Munculnya angka rata-rata 20 ini dapat juga kita rumuskan dengan nxp=40 x 0.5.

Dalam pekerjaan sehari-hari banyak sekali kejadian yang dapat dijelaskan dengan distribusi binomial. Di perbankan anda menemukan seorang debitur gagal bayar atau tidak, di dunia telco dan fmcg sering kali diperhatikan mengenai customer yang loyal dan tidak atau di dunia kedokteran untuk mengetahui sebuah obat dapat menyembuhkan penyakit atau tidak. Dengan banyaknya penggunaan distribusi binomial ini maka semakin kuat alasan kita untuk lebih memahami distribusi ini.

 

Reff:

https://towardsdatascience.com/statistics-review-for-data-scientists-and-management-df8f94760221

https://math.stackexchange.com/questions/2123873/is-the-maximum-of-a-probability-distribution-function-of-a-binomial-distribution

 

 

Advertisements

Susah gampang mendapatkan data jumlah penduduk

Saat ini banyak instansi pemerintah, perorangan maupun perusahaan yang membutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusannya. Lama kelamaan sumber data internal semakin tidak mencukupi untuk lebih menajamkan hasil analisa. Mungkin ada yang bertanya kenapa data internal tidak mencukupi? Bukannya data internal itu sifatnya detail dan sudah terstruktur? Iya, benar sekali. Namun data internal sifatnya sangat spesifik dan sering terbatas pada tema tertentu misalkan industri keuangan hanya memiliki data tentang kredit macet, jumlah nasabah, jumlah deposito dll.

Salah satu contoh kasus sebuah perusahaan membutuhkan data eksternal adalah saat menyusun Rencana Bisnis (Business Plan). Hal pertama yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data historis dari data internal lalu kemudian melakukan forecasting/ peramalan setahun kedepan. Hanya menggunakan data internal saja maka model akan memberikan hasil forecasting sesuai dengan data historical, jika data historical naik maka di masa depan akan cenderung naik jika turun juga akan cenderung turun. Nah.. disinilah kita membutuhkan data eksternal. Jika bisnis kita sangat tergantung pada jumlah penduduk dan levelnya adalah kecamatan. Maka mulailah kita nanya mbah google.com. Saya sendiri mencoba mencari data ini karena kebetulan di kantor juga membutuhkannya.

Hasilnya sebagai berikut.

jml penduduk per kecSemua pencarian diatas merujuk pada website masing-masing kabupaten. Artinya kita harus mendownload SEBANYAK JUMLAH KABUPATEN!!! Inilah salah satu suka duka cari data gratisan..hahaha…

Tapi tunggu dulu link paling atas itu memiliki semua data penduduk per kecamatan yang sudah di rekap. Mantap nih.. Saat di klik dukcapil kecamatan

Waaah bagus banget nih… datanya persis seperti yang saya butuhkan tapiii….setelah copas ke excel hasilnya begini..

excel penduduk

Sayangnya format data yang ada belum sesuai dengan ekspektasi saya. Saya membutuhkan format seperti ini

TABEL FORMAThanya untuk beberapa baris data saja saya membutuhkan waktu lebih dari 5 menit, sudah bisa dibayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data se-Indonesia?

Pada postingan berikutnya saya akan coba share cara lain untuk mengumpulkan data dengan lebih mudah. Buat yang tertarik dengan data yang sudah rapi silahkan subscribe dan follow blog saya.

Kalian itu lele, Bukan Ikan Mas, Play With Mud, We can be Giant Killing

Tadi malam sampai jam 11 saya nonton bola sendirian, since si ummi gak suka bola dan si bimbim belum bisa ngerti main bola. Final Indonesia vs Vietnam dalam AFF Championship U-19. Yup we are the champion!!. FInally, setelah 22 tahun kita tidak memenangkan satu gelarpun, akhirnya garuda muda mempersembahkan gelar juara kepada bangsa Indonesia. Saya harus menuliskan ini di blog saya. This is a history.

Perjuangan dalam final kali ini memang sangat berat dan dramatis, terlepas dari komentator bola yang super drama king :D. Setelah di babak group kalah 2-1 dari vietnam, Indonesia menjadi runner up grup dan berhasl mengalahkan juara grup lainnya yakni timor leste. Perjuangan 2×45 menit waktu normal ditambah 2×15 menit perpanjangan waktu belum juga memecahkan kebuntuan 0-0. Akhirnya adu penalti menjadi pertarungan terakhir garuda muda untuk merebut trophy juara. Mungkin adu penalti kali itu merupakan adu penalti terlama dan tertegang yang pernah saya saksikan. Sebagaimana kita tahu kita menang dengan agregat 7-6.

Hal yang ingin saya tekankan adalah cara bermain para garuda muda kita yang menurut saya paling sesuai dengan karakter bermain tim Indonesia. Secara teknik permainan tim Indonesia masih lemah, baik dari segi operan pendek, operan panjang, dan finishing. Namun, sepak bola bukan hanya teknik indah. Ini adalah olah raga yang menekankan fisik yang prima. Saya mengandaikan para pemain yang telah menguasai teknik-teknik bermain yang baik maka permainan operan satu-dua dan operan-operan panjang lain akan menjadi pilihan strategi yang efektif. Namun dapat kita lihat, kita belum memiliki semua itu. Modal utama kita adalah semangat setinggi semeru, tekad sedalam banda dan fisik yang tertempa oleh alam. Tim Indonesia itu seperti lele, harus bermain lumpur bukan main cantik meliak liuk seperti ikan mas. Body ball yang kuat, sprint yang cepat dan ke’ngotot’an dalam merebut bola menjadi strategi yang jitu. Tadi malam menjadi bukti walau pelanggaran yang dilakukan Indonesia hampir menyentuh 30 pelanggaran, asalkan tetap bermain tenang dan menahan emosi kita akan dapat terus memberikan perlawanan.

Menurut saya permainan seperti itulah yang paling cocok dengan Indonesia. Tim yang berstamina kuat, disiplin, fokus dan NGOTOT. Sehingga pada menit-menit akhir saat stamina lawan sudah mulai terkuras, tim kita masih bisa melancarkan gempuran serangan sampai detik terakhir. Selamat garuda muda, we proud of you.