Percayakah anda 9 dari 10 wanita menggunakan *******?

iklanKalau saya sih lebih percaya 9 dari 10 iklan lebih banyak ngibulnya dari pada benernya. Atau saya lebih percaya dari 10 kali anggota DPR ngomong 9 kali mereka berbohong, 1 kalinya bercanda…hehe. Tapi bukan itu intinya. Tapi apakah arti sebenarnya dari angka 9 dari 10? Let see.

Jika anda adalah penikmat acara televisi tanah air, maka saya dapat memastikan anda juga penikmat iklan tv. Bagaimana tidak dari setiap 5 menit tayangan acara, maka 2-3 menit lainnya adalah iklan tv. Ya.. iklan merupakan porsi terbesar dari pemasukan televisi sekaligus cara yang paling ampuh bagi pemilik produk untuk menginformsikan kepada pemirsa tentang produk mereka. Berbagai jenis iklan digunakan untuk menanamkan ke benak pemirsa agar kemudian dapat menggunakan produknya.

Di datatalker, saya tidak akan membahas lebih jauh mengenai jenis iklannya tapi bagaimana data disalahgunakan oleh pihak-pihak yang semata-mata mengharapkan keuntungan dengan mengabaikan kebenaran.

Klaim 9 dari 10 wanita telah memilih produk A. Apa yang terlintas di benak anda? Bagi pemirsa yang awam konsep statistika/matematika maka secara sadar maupun tidak sadar akan cenderung berpikir 90% wanita di Indonesia menggunakan produk A. Benarkah demikian?? Ini yang tidak pernah atau tidak mau ditunjukkan dengan jujur oleh pembuat iklan:

  1. Klaim 9 dari 10 wanita Indonesia menggunakan produk A adalah TIDAK TEPAT.
  2. Klaim tersebut adalah hasil SURVEY, dimana hasil survey tergantung dari metode surveynya. Jika menggunakan diambil secara acak dari POPULASI dan metodenya BENAR, maka klaim tersebut dapat dibenarkan. Jika TIDAK maka klaim tersebut hanyalah KEBOHONGAN.
  3. Letak KESALAHAN FATALNYA adalah klaim wanita Indonesia (seluruh), padahal hanya sebagian wanita yang ikut survey dan TIDAK MEWAKILI seluruh WANITA (Populasi).

Menurut saya kalimat yang disampaikan haruslah tidak ambigu misalnya, 9 dari 10 wanita yang kami survey (purposive/random sampling) menggunakan produk A. Tapiii… apakah terdengar menarik?? Sepertinya kebohongan yang cantik lebih dipilih daripada kebenaran dengan muka pasaran.

Advertisements

Statistics Never Lies.. People Did…

Berkutat dengan pekerjaan sehari-hari yang berhubungan dengan data dan angka membuat saya semakin akrab dengan sepuluh bilangan ini. Pemrosesan data dari database, charting, bikin table summarry, sekali-sekali analisa statistik kemudian menampilkannya sebagai report membuat saya cukup paham seberapa hebat sebuah angka mempengaruhi sebuah keputusan. Dalam tingkat operasional setiap report akan menjadi tulang punggung untuk mengetahui seberapa jauh atau seberapa dekat sebuah unit bisnis dengan target. lebih-lebih lagi di level eksekutif serial angka-angka itu dapat menentukan apakah sebuah perusahaan memutuskan untuk membeli perusahaan lain dengan biaya jutaan dolar atau mengambil keputusan untuk melepaskan anak perusahannya.

Semakin penting keputusan yang diambil dari data seharusnya membuat seorang analis sangat berhati-hati dalam melakukan manipulasi (pemrosesan) data. setiap operasi matematika yang dilakukan harus dapat dipertanggungjawabkan kevalidannya. Untuk level pemrosesan data ini biasanya terlalu berisiko seorang data analis melakukan manipulasi terhadap datanya karena jika dilakukan validasi silang dengan data yang lain, manipulasi seperti ini sangat mudah untuk ditemukan.

Trik-trik yang dilakukan oleh banyak orang untuk “memperindah” tampilan data nya agar audience dapat di drive sesuai keinginan orang tersebut adalah dengan pemilihan chart atau grafik yang tricky. Saya jadi teringat sebuah artikel mengenai chart junkies yang ditulis pada sebuah blog. Saat saya membaca pertama kali, saya begitu terheran-heran karena sosok yang dibicarakan pada artikel itu adalah CEO Apple yang legendaris yaitu Steve Jobs.

Pada saat diselenggarakannya WWDC 2008, Apple memperkenalkan produknya yang sangat fenomenal yakni iPhone dan OS X. Pada salah satu bagian presentasi tersebut, ada beberapa slide yang menurut beberapa orang agak ‘nakal’. Please take a look.

dsc_0143Tidak kah anda merasa ada sestau yang janggal dengan tampilan pie chart di atas? Jika masih ada yang belum “ngeh” saya akan kasih beberapa petunjuk. Berapa market share RIM? Berapa marketshare Apple? Nah, sekarang coba anda lihat, bagian pie chart RIM (biru) dan bandingkan dengan potongan pie chart milik Apple. Don’t you think this is strange? 19.5% itu kira-kira setengahnya dari 39%, tapi kenapa 19.5% terlihat lebih besar?.

Agar lebih jelas lagi, coba anda bandingkan market share dari other (21.2%) kemudian bandingkan dengan market share Apple (19.5%). Bagian pie chart Apple terlihat lebih besar padahal marketshare other lebih besar dibandingkan market share Apple. Disinilah “nakal” nya pembuat presentasi ini. Dengan menggunakan 3D pie chart dan memposisikan bagian yang ingin kita tonjolkan dibagian paling depan, maka efek “lebih besar” itu akan muncul.

Pada saat melakukan presentasi kita seringkali ingin menitik beratkan beberapa hal dibandingkan hal yang lain, dengan permainan grafik dapat membuat kesan terhadap suatu hal menjadi sangat berbeda. This is one of the proof statistics don’t lie. But People Did.