Tiger Need Crab, Shark Need Plankton, Everything Connected

Image

Sepulang kerja sambil menemani bimbim bermain, saya coba menyalakan TV yang finally tayangannya baru bisa dilihat (it’s need 2 days to activate it.. phew..) well setelah browsing lama akhirnya saya tertarik dengan sebuah tayangan di channel BBC science. Seorang presenter yang kayaknya juga seorang marine biologist sedang berada di sebuah hutan bakau di India, dia sedang mengatakan bahwa seperempat dari populasi harimau bengal ada disitu dan ekosistem nya sangat sehat. Nah disinilah penjelasannya mulai menarik, kunci dari keseimbangan ekosistem tersebut adalah sehatnya hutan mangrove yang ada sepanjang muara sungai. Anatomi pohon mangrove memang unik, karena tempat tumbuhnya adalah lumpur yang mengandung sedikit oksigen, maka akar mangrove mencuat di tanah untuk mengambil oksigen dari udara. Namun jika hanya mengandalkan akar napas yang dipunyai mangrove, maka tingkat kesuburan tanaman mangrove tidak akan sehebat sekarang. Adanya kepiting biola (violin crabs) yang membuat lubang didalam lumpur dan menyimpan bakteri yang membusukkan daun membuat mangrove mendapatkan supply oksigen dan nutrisi lebih banyak, bayangka berjuta juta kepiting membuat lubang yang dimana satu lubang mempunyai 300 terowongan, terciptalah mega tunnel yang mengagumkan. Kita berpindah ke kedalaman lautan dimana karang-karang indah dan berbagai macam biota laut hidup dari yang berukuran mikroskopis sampai ke ukuran raksasa. Kehidupan yang begitu kaya ini tentu membutuhkan supply nutrisi yang besar, ternyata supply nutri berupa mineral-mineral penting bukanlah berasal dari tempat dimana karang itu tumbuh tapi nun jauh dikedalaman ratusan meter bertumpuk endapan makhluk laut yang telah mati. Dengan kekuatan arus laut yang dahsyat bagian dasar laut yang mengandung mineral terbawa ke bagian atas permukaan laut. Disitulah fitoplankton dan zooplankton berkumpul untuk menikmati matahari hangat. Saat hadirnya makhluk kecil ini mengundang ikan-ikan dan hewan lain datang berkumpul untuk memanen plankton yang kaya nutrisi.

Begitulah alam terhubung satu sama lain dalam sebuah hubungan yang indah dan kompleks, perubahan yang ekstrim di satu sisi akan merubah jumlah sisi yang lain dengan cara yang ekstrim juga. Berubahnya jumlah plankton yang berjumlah tak terkira itu bukan hanya merubah jumlah makanan untuk makhluk laut tapi lebih jauh lagi akan merubah cuaca disuatu daerah nun jauh disana.

Semua hal itu berhubungan, tidak ada yang berdiri sendiri dan independen. Begitu juga dengan variable-variabel yang ada di dalam model statistika. Kita selalu berusaha untuk mendapatkan variable-variabel yang signifikan dan kadang-kadang kita menemukan satu atau dua variabel yang sangat berpengaruh terhadap variabel lain. Tapi bisa juga variabel itu hanya secara bersama-sama mempengaruhi respon dan ada juga yang cukup diwakili sama variabel lain. Satu yang paling penting, tidak ada variabel yang sama sekali tidak berguna, yang membedakan hanya besar atau kecil pengaruhnya saja.

Finally, semua hal itu saling berhubungan saling melengkapi, saling memenuhi tidak ada yang bisa berdiri sendiri. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan, ada sebab ada akibat. Jika pun anda belum melihat sebab nya, itu karena anda belum melihatnya saja. 🙂