Kalian itu lele, Bukan Ikan Mas, Play With Mud, We can be Giant Killing

Tadi malam sampai jam 11 saya nonton bola sendirian, since si ummi gak suka bola dan si bimbim belum bisa ngerti main bola. Final Indonesia vs Vietnam dalam AFF Championship U-19. Yup we are the champion!!. FInally, setelah 22 tahun kita tidak memenangkan satu gelarpun, akhirnya garuda muda mempersembahkan gelar juara kepada bangsa Indonesia. Saya harus menuliskan ini di blog saya. This is a history.

Perjuangan dalam final kali ini memang sangat berat dan dramatis, terlepas dari komentator bola yang super drama king :D. Setelah di babak group kalah 2-1 dari vietnam, Indonesia menjadi runner up grup dan berhasl mengalahkan juara grup lainnya yakni timor leste. Perjuangan 2×45 menit waktu normal ditambah 2×15 menit perpanjangan waktu belum juga memecahkan kebuntuan 0-0. Akhirnya adu penalti menjadi pertarungan terakhir garuda muda untuk merebut trophy juara. Mungkin adu penalti kali itu merupakan adu penalti terlama dan tertegang yang pernah saya saksikan. Sebagaimana kita tahu kita menang dengan agregat 7-6.

Hal yang ingin saya tekankan adalah cara bermain para garuda muda kita yang menurut saya paling sesuai dengan karakter bermain tim Indonesia. Secara teknik permainan tim Indonesia masih lemah, baik dari segi operan pendek, operan panjang, dan finishing. Namun, sepak bola bukan hanya teknik indah. Ini adalah olah raga yang menekankan fisik yang prima. Saya mengandaikan para pemain yang telah menguasai teknik-teknik bermain yang baik maka permainan operan satu-dua dan operan-operan panjang lain akan menjadi pilihan strategi yang efektif. Namun dapat kita lihat, kita belum memiliki semua itu. Modal utama kita adalah semangat setinggi semeru, tekad sedalam banda dan fisik yang tertempa oleh alam. Tim Indonesia itu seperti lele, harus bermain lumpur bukan main cantik meliak liuk seperti ikan mas. Body ball yang kuat, sprint yang cepat dan ke’ngotot’an dalam merebut bola menjadi strategi yang jitu. Tadi malam menjadi bukti walau pelanggaran yang dilakukan Indonesia hampir menyentuh 30 pelanggaran, asalkan tetap bermain tenang dan menahan emosi kita akan dapat terus memberikan perlawanan.

Menurut saya permainan seperti itulah yang paling cocok dengan Indonesia. Tim yang berstamina kuat, disiplin, fokus dan NGOTOT. Sehingga pada menit-menit akhir saat stamina lawan sudah mulai terkuras, tim kita masih bisa melancarkan gempuran serangan sampai detik terakhir. Selamat garuda muda, we proud of you.