Ketika rata-rata tidak cukup lagi…

Siapa yang tidak kenal dengan rata-rata?? Jika anda sering kali melakukan pengolahan data, maka perhitungan rata-rata hampir bisa dipastikan akan selalu ada dalam laporan yang anda buat. Namun menyajikan rata-rata saja ternyata sangat tidaklah cukup… Percaya deh.. Gak cukup banget. Jika ada yg menyajikan data hanya dengan rata-rata saja maka hal ini akan membuat kesimpulan yang anda buat menjadi melenceng dari yang seharusnya. Kenapa??

Hal ini sangat berkaitan erat dengan variasi data yang anda miliki. Buatlah histogram sederhana untuk mengetahui apakah data anda punya data ekstrim? Data ekstrim adalah data yang saaaangat besar atau sangaaat kecil dibandingkan dengan nilai tengah nya.

Nilai rata-rata memberikan bobot yang sama untuk semua data. Sehingga nilai yang besaaar banget atau yang keciiil bgt kan membuat rata-rata bergeser ke besar atau yang kecil. Saran saya selalu bandingkan nilai rata-rata dengan nilai tenga (median). Lebih bagus lagi jika anda tambahkan kuartil atau percentilnya.

Advertisements

Berkenalan dengan datatalker

Image

Berapa banyak dari anda yang mempunyai data? Pertanyaan berikutnya, apakah anda mengerti bagaimana menganalisa data anda? Kalaupun anda sudah menganalisa datanya, apakah anda yakin analisa anda sudah benar dan menghasilkan informasi yang berharga? Pertanyaan-pertanyaan tadi adalah nyawa dari blog ini. Mulai dari sekarang saya dan anda akan memaksa data-data berbicara dengan bahasa yang paling sederhana. Saya akan mengeluarkan isi kotak perkakas yang sudah saya isi selama ini, baik saat kuliah, saat jadi konsultan skripsi, mengerjakan proyek, maupun saat kerja.Tentu saja isi perkakas saya adalah analisa statistika (statisics analysis), dengan analisa statistika yang tepat maka akan membuat data anda menjadi informasi yang berharga. So let’s get started. 🙂