Visualisasi Data Dengan Gabungan Lebih dari Satu Grafik

Dalam menyajikan informasi kita sering kali dihadapkan pada pertanyaan bagaimana jika grafik ini dan itu digabungkan menjadi satu grafik saja? Tidak usah bingung, gabungkan saja :). Bagaimana cara menggabungkannya? Nah silahkan lanjutkan bacanya sampai selesai ya…

Pada posting sebelumnya saya sudah menjelaskan tiga jenis grafik paling dasar yang ada di dunia persilatan data. Nah, berikut ini adalah penjelasan bagaimana bentuk-bentuk lain dari grafik-grafik tersebut dan kapan menggunakannya

Satu: Stack Graph (Grafik bertumpuk)

Grafik jenis ini merupakan bentuk lain dari bar chart, perbedaannya adalah pada stack chart grafik batang dibagi menjadi beberapa bagian yang bisa dibedakan dengan warna. Setiap warna menandakan bagian yang lebih detail dari setiap batang.

Dengan menumpukkan setiap batang kita dapat membandingkan proporsi dari beberapa dimensi dengan level detail yang lebih dalam dibandingkan dengan bar chart sederhana. Pada stack chart anda dapat menggali informasi tambahan yakni setiap perubahan satu bagian maka akan mempengaruhi bagian yang lain. Sebagai contoh coba perhatikan data pada Qtr1 dan Qtr 2 peningkatan mail order pada dari Qtr1 ke Qtr 2  memakan bagian penjualan menggunakan retail. Hal ini dengan mudah dilihat dengan menggunakan stack chart dibandingkan dengan bar chart sederhana. See? It’s easy.

Dua: Gabungan Line dan Bar Chart

Let’s say kita telah membuat satu grafik untuk menjelaskan perkembangan sales per bulan dan satu grafik lain menjelaskan mengenai perkembangan profit perbulan. Jika mengamati secara terpisah, maka informasi yang didapatkan hanya informasi yang terpisah. Nah, coba kita sekarang gabungkan dua grafik ini.

Dengan hanya menggabungkan dua grafik ini dan menyesuaikan bagian axis nya, maka kita mendapatkan informasi yang tidak kita dapatkan dari grafik individual. Salah satu contohnya adalah pada bulan April (4) terdapat penurunan profit padahal sales meningkat. Temuan seperti ini bagi orang-orang marketing menggelitik rasa penasarannya. Kok bisa ya terjadi seperti itu? Tindak lanjutnya adalah dengan investigasi apa yang menyebabkan penurunan profit tersebut? Insight seperti ini dengan mudah dilihat dengan menggabungkan dua grafik seperti diatas.

Visualisasi data dengan pemilihan grafik yang tepat

Dalam menyajikan sebuah presentasi atau tulisan seringkali kita menemukan banyak alat bantu yang digunakan untuk mempermudah audiens baik itu pembaca atau penonton untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Sebagian orang menuliskan angka-angka berdampingan dengan kalimat-kalimat penjelasannya, ada yang menggunakan tabel ada pula yang menggunakan grafik.

Penggunaan alat bantu seperti tabel atau grafik akan sangat mempermudah orang yang membaca atau menyimak presentasi kita. Walaupun terlihat sederhana penyajian data dengan menggunakan tabel maupun grafik kadang akan membuat anda sakit kepala jika anda tidak memahami langkah-langkah dasar pemilihan jenis grafik yang sesuai.

Satu: Bar Chart (Grafik Batang)

Jika anda tujuan anda adalah membandingkan satu hal dengan hal yang lain, maka grafik batang adalah opsi yang baik.

Tambahkan dengan mengurutkan dari data terbesar dan terkecil (atau sebaliknya) akan menjadikan cerita yang ingin anda tampilkan menjadi lebih jelas dan mudah untuk dimengerti. Berikan sedikit space antara batang yang satu dengan batang yang lain.

Dua: Pie Chart (Grafik Kue)

Pie chart digunakan anda yang ingin menunjukkan informasi berupa proporsi sebuah dimensi terhadap keseluruhan. Dengan menunjukkan dalam sebuah lingkaran yang terbagi menjadi beberapa bagian yang proporsional, dengan memberikan label proporsi data pada masing-masing bagian akan mempermudah orang yang melihat besarnya proporsi dari dimensi yang diminati.

Tambahkan dengan teknik “ledakan” yakni dengan memisahkan bagian chart yang ingin ditonjolkan dari bagian lingkaran tersebut. Dengan demikian mata penyimak pertama kali akan tertuju pada bagian yang terpisah tersebut.

Tiga: Line Chart (Grafik Garis)

Sebagian data dikumpulkan hanya pada satu waktu, namun beberapa orang tertarik untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu. Sounds familiar? Yup, hampir di semua channel televisi menampilkan trend perubahan harga cabe, beras, minyak dan saham.

Dengan mengetahui trend perubahan di masa lalu, diharapkan kita dapat memprediksi kejadian di masa depan atau lebih baik lagi memperbaiki kesalahan-kesalahan yang menyebabkan trend buruk dan meraih trend positif di masa depan. Line chart adalah grafik yang tepat untuk menunjukkan perubahan data dari waktu ke waktu. Jika anda ingin membandingkan beberapa hal maka tinggal membuat multiple line chart, terus bedakan dengan warna dan button, beres.

Semoga bermanfaat.